Tampilkan postingan dengan label FIFA World Cup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIFA World Cup. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2014

Kapten Timnas Afsel Tewas Di Tembak

Komandan Tim Nasional Afrika Selatan Afrika yang juga kiper Orlando Pirates, Senzo Meyiwa (27), meninggal akibat ditembak mati oleh manusia tak dikenal di Johannesburg, Afrika Selatan, Minggu (26/10/2014).

 

 

Letnan Jenderal, Salomon Makgale, menjelaskan ditembak saat berada di sebuah rumah di Vosloorus. Dia meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Orlando Pirates tidak menejelaskan penyebab kematian kiper berusia 27 musim tersebut, tetapi Kepolisian Afrika Selatan (SAPS) melalui akun Twitter-nya menjelaskan, Meyiwa meninggal karena ditembak.

 

 

"Kami bisa mengonfirmasi bahwa Senzo Meyiwa telah ditembak dan dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit." Orlando Pirates menyampaikan duka cita atas meninggalnya Meyiwa. "Keluarga The @Orlando Pirates berduka dengan kematian mendadak kiper nomor satu kami dan kapten Senzo Meyiwa."

 

 

Mewiya sebetulnya baru menjabat kapten Afsel, meskipun ia telah membela negarnya sejak 2005. Ia menjabat kapten dalam empat laga terakhir babak kualifikasi Piala Afrika. Tewasnya Meyiwa menjadi kabar yang menyedihkan bagi publik Arfika Selatan. Tiga hari sebelumnya, Afsel juga kehilangan mantan pemenang lari 800, Mbulaeni Mulaudzi, meninggal, karena kecelakaan mobil.

Selasa, 15 Juli 2014

Messi Tidak Seharusnya Mendapat Golden Ball

Lionel Messi, pemain "mungil" Argentina dan Barcelona gagal membawa negaranya menjuarai final piala dunia 2014. Pada kesempatan yang sangat besar tersebut, ia justru tampil kurang memukai dibandingkan dengan teman sejawatnya Higuain yang berhasil mencetak beberapa gol untuk Argentina. Kekekalahan Argentina pada final piala dunia 2014 melawan Jerman pada masa babak tambahan 1 - 0 berkat goal dari Mario Goetze, membuat pemain Argentina tertunduk lesu.

 

Walau pulang tanpa hasil, Messi mendapatkan penghargaan Golden Ball untuk pemain terbaik pada masa piala dunia 2014 Brazil. Akan tetapi, ia tidak berhasil menyembunyikan rasa kekecewaan yang terdalam karena gagal menjuarai piala dunia. Ia menerima penghargaan tersebut dari petinggi FIFA tanpa tersenyum sama sekali. Begitu juga ketika menyalami kiper Jerman, Manuel Neuer di panggung penghargaan tertinggi sepak bola tersebut,

 

Presiden FIFA, Sepp Blatter mengaku terkejut saat Lionel Messi yang didaulat untuk menerima piala pemain terbaik tersebut. Dari sudut pandangnya, walau Argentina mencapai final, hal tersebut bukanlah hasil kerja keras Messi seorang. Terlebih lagi ia menunjukan catatan yang kurang bisa di banggakan jika di bandingkan dengan Robben atau pemain Jerman lainnya seperti Tony Kross atau Persie.

 

Hal ini disinyalir jika panitia piala dunia 2014 sengaja memberikan piala tersebut kepada Messi dikarenakan kepentingan marketing dan merupakan bentuk simpatis kepada Argentina karena kalah pada final piala dunia 2014. Hal ini sangatlah menganggu dikarenakan lebih banyak pemain lain yang berhak untuk mendapatkan piala Golden Ball tersebut.

 

Senin, 14 Juli 2014

Jerman, Juara Piala Dunia 2014

Final piala dunia 2014 yang dilangsungkan di Stadion Maracana, pada senin, 14 Juli 2014 jam 02.00 WIB berlangsung tanpa gol dikedua belah pihak sampai waktu normal selesai. Jerman dan Argentina tertahan untuk bermain imbang hingga Jerman mencetak 1 gol pada masa perpanjangan waktu. Kemenangan ini menjadikan Jerman sebagai satu-satunya negara Eropa yang menjadi juara di Amerika Selatan.

 

 

Sebetulnya bisa saja Argentina yang menjadi juara piala dunia 2014 jika saja gol Higuain tidak dianulir oleh wasit. Pada menit ke 30, tendangan Higuain menembus gawang Jerman dan selebrasi pemain dan supporter tidak lagi terbendung. Namun, sempritan wasit menganulir gol tersebut karena menurut hakim garis, Higuain terlebih dahulu off-side sebelum mencetak gol ke gawang Jerman.

 

 

Pada babak tambahan, alur permainan yang begitu lambat sangat terasa. Walau sebenarnya Jerman dan Argentina saling mengancam satu dan lainnya, banyak peluang-peluang emas yang gagal di eksekusi lantaran para pemain sangat terganggu dengan apa yang akan terjadi jika sampai mengadu pinalti.

 

 

Alhasil, teriakan goal dan selebrasi menggemuruh ditunggu-tunggu itu datang juga. Kali ini penyebabnya datang pada menit ke 113, yang dimana Mario Goetze mencetak gol untuk Jerman. Awalnya bermula dari Andrea Schuerrle di sayap kiri pertahanan Argentina. Umpan silang diberikan didalam kotak pinalti yang memang terdapat Goetze yang menanti. Bola diterima dan langsung di tembak dengan kencang mengarah ke gawang Argentina. Skor berubah menjadi 1 – 0 dan bertahan hingga peluit panjang wasit mengakhiri laga final piala dunia 2014.

Minggu, 13 Juli 2014

Jerman Favorite Juara Piala Dunia 2014

Jerman meraih tiket ke final dengan hasil yang sangat meyakinkan. Der Panzer menggilas tuan rumah, Brasil, dengan skor mencolok 7-1. Sementara itu, Argentina melaju ke partai puncak setelah menang 4-2 atas Belanda melalui drama adu penalti, setelah mereka bermain 0-0 selama 120 menit.

 

 

Legenda sepak bola Spanyol, Raul Gonzalez, mendukung Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. Mantan pangeran Real Madrid ini mengatakan bahwa Die Mannschaft akan mengalahkan Argentina dalam duel yang berlangsung di Maracana, Rio de Janeiro, Minggu (13/7/2014) atau Senin (14/7) dini hari WIB, sekaligus mengakhiri tradisi Eropa tak bisa juara di benua Amerika.

 

 

Raul, yang bermain di tiga Piala Dunia bersama Spanyol antara 1999 dan 2006, juga mengkritik Argentina karena hanya tergantung kepada Messi. Dia mengatakan bahwa para pemain lain harus bisa meningkatkan permainan jika mereka ingin mengangkat trofi.

 

 

Raul mengakui, kualitas tim Jerman sangat merata sehingga mereka bisa bermain kolektif. Sebaliknya, Argentina hanya tertumpu kepada bintang Barcelona, Lionel Messi. Inilah yang mendasari Raul untuk menjagokan juara dunia tiga kali tersebut.

Kamis, 10 Juli 2014

Jerman Akan Menyulitkan Argentina

Setelah berhasil menumbangkan skuat Belanda dengan adu pinalti pada Kamis (9/7) dini hari tadi, akhirnya tiba saatnya untuk Argentina melaju ke babak final yang akan berhadapan melawan Jerman. Alejandro Sabella, Pelatih dari skuat La Albiceleste, mengakui bahwa Jerman akan sangat sulit untuk dihadapi tim nya.

 

Ada beberapa faktor yang membuat Sabella mengeluarkan pernyataan itu, salah satunya adalah stamina yang dimiliki para pemain Jerman yang terbilang cukup kuat, sedangkan skuat tim Tango yang bermain selama 2 jam tersebut sudah kewalahan menghadapi Belanda tadi malam. Selain itu, Ia juga mengakui bahwa Jerman memiliki stamina, strategi dan pola permainan yang mirip dengan gaya Amerika Latin.

 

Akan tetapi, meskipun secara statistik Jerman merupakan tim yang cukup tangguh untuk ditumbangkan, akan tetapi Sabella tentunya memiliki strategi tersendiri yang akan memecah pola permainan dari Der Panzer. Tentunya juga, pertandingan final ajang akbar yang akan dilangsungkan Senin (14/7) dini hari nanti akan menjadi pertandingan yang sangat mendebarkan dan diharapkan juga kedua tim dapat bermain dengan performa yang maksimal.

Rabu, 09 Juli 2014

Brazil Kalah 7 - 1 Lawan Jerman, Kesalahan Taktik

Mantan kapten kesebelasan timnas Jerman, Oliver Khan, menggambarkan bahwa kekalahan yang menimpa Brazil terletak pada kesalahan pada taktik yang di gunakan. Kemenangan fantastis tim nasional Jerman dengan skor 7 – 1 melenggangkan Jerman menuju final kontra pemenang Argentina vs Belanda.

 

 

Pada awal pertandingan Brazil vs Jerman, tim tuan rumah sejatinya telah memberikan tekanan dengan serangan demi serangan yang cukup merepotkan lini belakang pertahanan Jerman. Akan tetapi konsentrasi pemain Brazil buyar setelah pada menit ke 11, Thomas Mueller mencetak 1 skor untuk Jerman.

 

 

Gol yang dihasilkan oleh Mueller terhitung mudah karena kurangnya pengawalan lini pertahanan Brazil. Setelah gol pertama dicetak, dalam tempo 6 menit, gol susulan untuk Jerman tercetak lewat aksi Miroslav Klose, seolah haus, 2 gol susulan dari Toni Kross dan diakhiri oleh 1 gol Sami Kedira.

 

 

Unggul 5 gol hingga akhir turun minum, merusak mental pemain Brazil dan supporter tuan rumah. Di babak kedualah, 2 gol tambahan bagi timnas Jerman oleh Andre Schurrle dan 1 gol yang di cetak oleh Oscar pada menit ke 90.

 

 

Kini setelah kalah dari Jerman, Brazil masih harus mempersiapkan diri untuk melawan negara yang kalah pada kontra Argentina vs Belanda untuk memperebutkan posisi ketiga.

Selasa, 08 Juli 2014

Prediksi Brazil vs Jerman, Siapa Juara Piala Dunia 2014?

Dalam sejarah, Jerman mencatatkan diri pada posisi ketiga dalam Piala Dunia 2006 dan 2010. Begitu juga dengan Piala Eropa 2008 yang dimana Jerman kembali lagi menjadi Runner Up dan pada 2012 menempati posisi ketiga. Menang melawan Brazil nanti malam adalah keharusan untuk melawan nasib “sial” Jerman yang tidak pernah jadi juara.

 

 

Jerman sejatinya adalah tim nasional dengan kaliber pemain yang kuat dan berkualitas. Akan tetapi, catatan pertemuan dengan timnas Brazil sangatlah tidak memuaskan. Dari 21 laga antara Jerman dan Brazil, timnas Brazil menang hingga 12 kali, Jerman menang 4 kali dan skor imbang 5 kali. Tentunya secara tidak langsung menggambarkan bahwa Brazil kini tengah di unggulkan dengan catatan permainan yang lebih baik.

 

 

Pelatih Jerman, Joachim Loew, tengah mempersiapkan timnya semaksimal mungkin hingga dapat tampil prima melawan tim tuan rumah. Banyaknya latihan dan perbaikan terutama pada kesalahan-kesalahan pemain dalam memberikan umpan di lini tengah dan penyelesaian di lini depan yang tidak baik menjadi fokus utama dalam perbaikan ini.

 

 

Setidaknya pada laga ini, Jerman juga unggul dari sektor fisik. Pemain Jerman memiliki rata-rata tinggi 1,90 meter dan ini memberikan keuntungan pada saat merebut atau duel bola di udara dan sundulan ke arah gawang. Selain fisik, Jerman juga memiliki keunggulan di tendangan bola mati. Sebagai catatan sepanjang Piala Dunia 2014, Jerman setidaknya mencetak 4 gol melalui tendangan mati.

 

 

Loew mengingatkan para pemainnya untuk turun maksimal walaupun Brazil kini tengah melemah semenjak ditinggal Thiago Silva yang terkena akumulasi kartu kuning dan Neymar yang cedera akibat di langgar oleh pemain Kolombia. Cedera hingga retaknya tulang punggung Neymar tidak memungkinkan penyerang Brazil tersebut untuk membela timnya pada saat Brazil melawan Jerman.

 

 

Scweinsteiger juga melihat absennya Neymar akan mempersulit laga kontra Brazil dikarenakan semangat para pemain Brazil lebih terlecut untuk membawa gelar bagi Neymar. Sebaliknya karena kosongnya Silva, posisinya di isi oleh Dante yang dapat membaca teknik bermain Jerman karena ia bermain di Bayern Muenchen.

Senin, 07 Juli 2014

Ganti Silva, David Luiz Kapten Timnas Brazil

Kapten kesebelasan Brazil Thiago Silva terancam tidak bisa turun membela negaranya pada laga Brazil kontra Jerman. Hal ini dikarenakan ia menerima akumulasi kartu kuning sebagai akibat dari melanggar kiper Kolombia, David Ospina pada pertandingan babak 8 besar antara Brazil dan Kolombia.

 

Lalu siapakah yang akan menggantikan posisi kapten Brazil yang kosong saat Brazil akan berhadapan dengan Jerman di partai semifinal piala dunia 2014? Pilihan jatuh kepada David Luiz, selaku bek pertahanan tim nasional Brazil dan juga wakil kapten untuk kesebelasan samba tersebut.

 

Ia didaulat siap untuk memberikan komando bagi timnya dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2014 melawan Jerman di Stadion Estadio Mineirao. Pemain dengan rambut “meriah” ini mendapat dukungan dari berbagai pemain Brazil sebagai pemimpin baru mereka. David Luiz sendiri juga menyatakan bahwa timnya sangatlah mudah dan responsif dalam menerima komando.

 

Hulk, gelandang Brazil, memberikan dukungan yang sangat besar bagi partner nya tersebut. Ia menggambarkan David Luiz sebagai pemain yang baik, peduli dan juga perhatian terhadap kondisi timnya. Hal ini digambarkan bahwa ia mampu menjaga moral yang baik serta dalam memimpin di laga yang panas ini.

Minggu, 06 Juli 2014

Oliver Khan: Neuer Kiper Jerman Tak Terbantahkan

Penjaga gawang Jerman lawas, Oliver Khan menyebutkan bahwa kiper Manuel Neuer merupakan pemain nomor satu di dunia. Tentunya apa yang disampaikan Khan bukan main-main, pasalnya ia juga didaulat sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Ia memuji penampilan dan kualitas Neuer sebagai penjaga gawang, tak lain, ia mampu mempertahankan gawang Jerman dan mengantar tim nya ke semifinal Piala Dunia 2014 di Brazil.

 

Publik Jerman sendiri juga mengapresiasi penjaga gawang wahid bernomor 1 tersebut. Selain mampu mempertahankan gawang dari kebobolan, ia juga senang mengejutkan lawan dengan gaya permainannya yang luar biasa. Sesekali ia bisa beralih fungsi dari seorang kiper hingga menjadi bek pertahan. Tentunya aksi ini membuat deg-deg an para supporter Jerman namun ia melakukan hal tersebut dengan tingkat sukses yang luar biasa. Lawan terkejut atau tidak meyangka jika kiper bisa meninggalkan gawang dan kotak pinalti untuk merebut bola.

 

"Ia secara langsung dan tidak langsung membuktikan bahwa ia merupakan kiper dengan kualitas dan gaya permainan yang baik. Namun hal yang terpenting adalah kemampuannya dalam mempertahankan kemenangan hingga secara menyeluruh, ia turut memiliki andil yang besar demi kemenangan Jerman" ucap Oliver Khan, mantan penjaga gawang tim nasional Jerman. Tentunya Manuel Neuer dan predikatnya sebagai kiper kelas dunia akan dites pada saat Jerman melawan Brazil selaku tuan rumah Piala Dunia 2014. Ini akan menjadi pertandingan terberat karena stadion dipastikan akan penuh dengan dukungan bagi tim tuan rumah.

Sabtu, 05 Juli 2014

Brazil Bisa Kalah Tanpa Neymar dan Silva

Brasil memerlukan Neymar karena dia pemain yang bisa memenangkan situasi duel satu lawan satu, menyebabkan lawan tidak seimbang, mencetak gol, dan fantastis dalam mengeksekusi bola mati. Thiago Silva sama atau jauh lebih penting daripada Neymar pada saat ini. Dia akan lebih penting saat absen karena Brasil berdasarkan struktur pertahanan. Itu mengapa Thiago memberikan stabilitas besar kepada tim. kata Mourinho kepada Marca.

 

 

Manajer Chelsea, Jose Mourinho, berpendapat, Thiago Silva memiliki peran jauh lebih penting bagi Brasil daripada Neymar. Pernyataan Mourinho tersebut terkaitnya absennya kedua pemain tersebut pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2014 di Estadio Mineirao, Belo Horizonte. Silva menciptakan gol pembuka saat tim Samba menang 2-1 atas Kolombia pada perempat final. Namun, bek Paris Saint-Germain tersebut membuat kesalahan fatal.

 

 

Ia diganjar kartu kuning karena berusaha menghalangi kiper Kolombia, David Ospina, saat ingin menendang bola. Dengan demikian, Silva terpaksa absen saat melawan Jerman. Silva sebelumnya sudah mendapat kartu kuning saat melawan Cile pada babak 16 besar.

 

 

Pada laga yang sama, Neymar mengalami cedera retak tulang belakang setelah dilanggar Juan Zuniga. Alhasil, Neymar tak bisa lagi tampil di sisa laga Piala Dunia. Mourinho mengaku yakin, pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari, akan menurunkan Dante sebagai pengganti Silva untuk menemani David Luiz menjaga pertahanan saat melawan Jerman.

Jumat, 04 Juli 2014

Piala Dunia 2014 : Brasil Diharuskan Menjadi Juara

Bek asal Brasil, David Luiz, menegaskan bahwa Selecao harus menjadi juara pada ajang Piala Dunia 2014 ini. Ia selalu memberi semangat kepada rekannya dan jangan sampai terlihat lengah oleh lawan pada laga yang akan dihadapi nya nanti. Luiz sangat yakin dan mengharuskan kemenangan berada di pihak Brasil, terlebih karena ajang akbar ini diselenggarakan di kandang tim samba.

 

Mereka mengemban harapan 200 juta warga Brasil yang juga sangat menginginkan kebanggaan untuk kembali meraih trofi Piala Dunia untuk ke-enam kalinya. Ia pun juga optimis dikarenakan pelatihnya yaitu Scolari yang pernah memenangkan dan memiliki kepiawaian dalam mengontrol skuat Selecao. 

 

Namun, sebelum itu mereka harus menyingkirkan Kolombia terlebih dahulu sebelum mewujudkan target nya. Mantan legenda Brasil, Bebeto, juga mengatakan bahwa Brasil harus memenangkan laga tersebut agar dapat lebih tenang dan melaju ke pertandingan selanjutnya. " Brasil harus memenangkan laga melawan Kolombia agar dapat mengurangi kekhawatiran  para suporter nya. Dan diharapkan agar permainan Brasil tak seperti kemarin pada saat melawan Cili yang menghasilkan ketegangan yang luar biasa." tandasnya.

Kamis, 03 Juli 2014

Piala Dunia 2014 : Brazil Tergantung Neymar, Kolombia Santai

Brazil dinilai sangat bergantung kepada Neymar. Sebaliknya, Kolombia tidak bergantung kepada James Rodriguez yang tampil sensasional di Piala Dunia 2014. Hal tersebut disampaikan mantan pelatih tim nasional Brasil, Carlos Dunga, jelang pertandingan perempat final antara Brasil melawan Kolombia di Estadio Castelao, Fortaleza. Ketergantungan ini dinilai bisa menjadi pisau belati yang dapat merusak Brazil. Jika ada suatu hal yang terjadi, semisalnya cidera yang menimpa pemain. Hal ini akan berdampak sangat serius pada pertandingan selanjutnya. Sebut saja jika Brazil tanpa Neymar di Final Piala Dunia 2014.

 

 

"Brazil dan Argentina sangat tergantung Neymar dan Lionel Messi.  Sementara Kolombia tidak tergantung kepada James sehingga mereka semua bermain sangat baik dan juga memberikan penampilan bagus," sambungnya. Terlepas dari itu, Dunga berharap Brasil melaku ke final, melawan Argentina.  "Karena persaingan tersengit di negara Amerika Selatan adalah Brasil dan Argentina. Dua negara tersebut akan berhenti untuk laga final," tuturnya.

 

 

Walau negara Amerika Selatan di daulat melaju ke babak final, akan tetapi masih banyak negara-negara Eropa yang sanggup menggoyang posisi negara-negara kandidat juara asal lokal. Lihat saja Jerman, Belanda dan Perancis yang memiliki daya saing tinggi dan kuat. "Kolombia memiliki James pemain yang sangat bagus tetapi kesuluruhan tim mendukung James. Mereka semua juga bermain sangat baik," kata Dunga.  Adapun Brasil harus susah payah meraih tiket perempat final dengan mengalahkan Cile melalui adu penalti.

 

 

Rodriguez berada di posisi puncak pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dengan koleksi lima gol. Pemain AS Monaco tersebut memiliki peran besar di balik kesuksesan Kolombia melaku ke perempat final. Nama Rodriguez pun mulai diincar klub-klub besar termasuk Real Madrid.

Rabu, 02 Juli 2014

Piala Dunia 2014 : Witsel Optimis Belgia Gaet Trofi

Gelandang asal Belgia, Axel Witsel, sangat yakin bahwa Belgia akan meraih kemenangan pada ajang Piala Dunia 2014 ini. Maka itu, mereka akan berjuang keras melawan Argentina pada hari Sabtu (5/7) nanti setelah sebelumnya Diables Rouges berhasil menyingkirkan Amerika Serikat dengan skor 2-1.

 

Mengingat ketika pertandingannya melawan AS yang pada akhirnya Belgia mampu menambah angka di babak perpanjangan waktu. "pertandingan tersebut membuat kami putus asa, jika ada kesempatan kami terus menembakkan bola ke gawang AS, beruntungnya kami dapat menang pada laga itu" ujar Witsel.

 

Tak hanya Witsel, tapi seluruh skuat asuhan Marc Wilmots sangat berambisi untuk menjadi juara pada kompetisi bergengsi kali ini. mereka akan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan Argentina dan melaju ke babak final. Tak peduli berapapun skor yang mereka dapatkan. Tujuan mereka hanya trofi dan kebanggaan untuk negaranya.

Selasa, 01 Juli 2014

Piala Dunia 2014 : Jerman Pulangkan Aljazair

Jerman yang memang salah satu tim favorit juara Piala Dunia 2014 membuktikan bahwa mereka memang mampu. Terbukti pertandingan 16 besar Piala Dunia, Jerman menundukan Aljazair dengan skor 2 - 1. Akan tetapi banyak yang menilai bahwa permainan Jerman kali ini merupakan  yang terburuk.

 

Jerman dipaksa untuk bermain di sesi tambahan dengan menahan imbang skor 0  - 0  sampai akhir waktu selesai. Semua gol di cetak pada sesi waktu tambahan, hal ini membuat tekanan semakin terasa bagi para pemain maupun supporter timnas masing-masing. Di babak tambahan tersebutlah, Mesut Oezil menjadi pahlawan Jerman dengan mencetak gol pada menit ke 119. Jika Mesut Oezil pada saat itu tidak berhasil menendang bola ke gawang Aljazair, bisa jadi euphoria tendangan pinalti antara Brazil vs Chile terulang kembali.

 

Setelah berhasil menang atas Aljazair, Jerman harus mempersiapkan diri untuk melawan Perancis. Les Bleus juga merupakan salah satu tim favorit sebagai kandidat juara Piala Dunia 2014 selain Brazil. Perancis lolos ke babak selanjutnya setelah berhasil mengalahkan Nigeria dengan skor 2 - 0. Permainan berjalan normal hingga tiupan wasit yang menandai akhir pertandingan.

 

Pada awal pertandingan, tekanan der Panzer sangatlah terasa, pertahanan Aljazair sempat kocar kacir karena permainan cepat yang diterapkan Loew. Sebaliknya, Aljazair menerapkan strategi counter offensive yang juga berhasil menembus pertahanan kuat Jerman di lini belakang. Berbagai peluang emas  yang dapat di gunakan oleh Jerman masih tertahan dengan pertahanan keras M'Bolhi, kiper Aljazair. Tidak mengherankan lah jika ia menjadi man of the match di pertandingan antara Jerman vs Aljazair.

Senin, 23 Juni 2014

Scolari Tegaskan FIFA Tak "Pilih Kasih" Dengan Brasil

Manajer Timnas Brasil, Luis Felipe Scolari, meluruskan tudingan Louis Van Gaal yang menyatakan bahwa Brasil diuntungkan oleh pihak FIFA. Menurut Van Gaal, FIFA seperti memihak kepada Brasil. Ia berpendapat bahwa jadwal pertandingan Brasil memang diatur secara khusus oleh pihak FIFA tersebut, sehingga Brasil terkesan dapat "memilih" lawan dalam laga berikutnya. Pernyataan tersebut membuat Scolari tidak terima jika Selecao di nilai seperti itu.

 

Pasalnya, penentuan pertandingan itu memang sudah resmi ditentukan oleh FIFA yang menganut sistem Fair Play sepanjang laga terakbar ini berlangsung. Menurut Scolari, bodoh bagi orang yang berpikiran bahwa Brasil di pilih kasih oleh FIFA. " Orang sangat bodoh jika dikiranya kami diuntungkan dan bisa memilih lawan kami berikutnya. Sudah jelas jadwal pertandingan kami sudah ditentukan oleh Fifa dan kami tak ada hubungan sama sekali dengan hal itu. Entah orang itu bodoh atau mempunyai niat buruk atas tudingan yang disampaikan nya" tandasnya.

 

Pernyataan Van Gaal pun dinilai oleh Scolari sungguh tidak baik. Pasalnya, Brasil akan menghadapi Kamerun hari Selasa (24/6), dini hari nanti. Ini jelas penilaian yang sangat tidak hormat kepada Kamerun yang seakan-akan merendahkan Kamerun. " Pada intinya, Brasil sama sekali tidak ada kaitannya dengan keputusan FIFA" tegas Scolari.

Jumat, 20 Juni 2014

Piala Dunia 2014 : Kemenangan Uruguay atas Inggris 2-1

Pencapaian kemenangan ini membuat tim Uruguay sangat bahagia. Pasalnya, Inggris merupakan tim yang tangguh dan berbahaya bagi mereka. Oscar Tabarez, Pelatih tim Amerika Latin tersebut, juga mengungkapkan. " Inggris bermain dengan baik, tak ada kekurangan apapun. Namun, tim kami bermain lebih bagus dari mereka" kutipnya. Menurutnya pun, Edinson Cavani pun memiliki peran penting dalam raihan kemenangan tersebut. Ia mampu menahan Steven Gerrard, sehingga Gerrard tak dapat bermain maksimal untuk membela Inggris seperti biasanya.

 

Disamping itu, peran utama kemenangan ini adalah Luis Suarez, yang menyumbang semua gol pada pertandingan itu. Tabarez pun menyampaikan sanjungan atas performa Suarez dalam laga tersebut. " Kami semua segenap tim Uruguay sangat mencintai sang penyerang." tandasnya. Suarez pun tak lupa ucapkan terima kasih kepada fisioterapis nya yang telah membuatnya bisa bermain pada pertandingan tersebut. Meskipun pada saat laga berlangsung, Suarez mengatakan bahwa ia mengalami sakit pada kakinya selama 10 menit sebelum gol kedua yang ia ciptakan. Ia rasa ia sudah tidak kuat pada kala itu, akan tetapi ada dorongan pada dirinya yang mengatakan bahwa ia tak boleh meninggalkan lapangan terlebih dahulu. Mungkin itu merupakan suatu pertanda kemenangan berada di pihak El Pistolero. 

 

Meski Uruguay telah mencapai kemenangan atas Inggris, bukan berarti Uruguay sudah dinyatakan aman dan dapat melaju ke babak 16 besar. Semua itu bergantung pada pertandingan antara Italia dan Kosta Rika dan mereka pun harus menang dari Italia terlebih dahulu untuk mendapatkan tiket tersebut.

Jumat, 13 Juni 2014

Hasil Pertandingan Brasil VS Kroasia

Pertandingan pertama pada ajang akbar ini diawali dengan pertandingan antara Brasil Vs Kroasia pada hari jumat dini hari tadi. Hasil pertandingan pun diakhiri dengan kemenangan untuk Brasil atas Kroasia 3-1. Kemenangan ini membuat tim Samba menduduki puncak tertinggi grup A diatas Meksiko dan Kamerun.

 

Pada babak pertama, Brasil terlihat lebih mendominasi permainan yang lebih banyak mengendalikan bola. Namun, Kroasia lebih berbahaya dengan serangan cepatnya yang dilakukan oleh Rakitic dan Modric. Kebuntuan yang dialami Kroasia mulai terbuka setelah Marcelo yang salah mengantisipasikan umpan datar dari Olic sehingga terciptanya gol bunuh diri pada tim Samba. Dengan keadaan ini, tentunya Brasil menjadi lebih agresif untuk membangun serangan. Peluang Brasil mulai terlihat ketika Paulinho menghajar bola hingga kotak penalti. Namun sayang, Pletikosa masih sanggup untuk menghalau bola yang mengarah ke gawangnya. Pada Menit ke-30, akhirnya Brasil mampu menyamai kedudukan setelah Neymar melakukan tendangan dari luar kotak penalti yang tak mampu ditahan oleh Pletikosa dengan skor 1-1. Di 15 menit terakhir, terlihat Brasil lebih menguasai bola meskipun skor masih seimbang.

 

Babak kedua, Kroasia terlihat lebih siap dengan tak membiarkan Brasil menguasai bola hingga menit ke-20 yang membuat kedua tim tak memiliki peluang untuk mencetak angka. Selang beberapa lama, terjadi pergantian pemain dari kedua tim untuk membuat warna yang berbeda selama berjalannya pertandingan. Pertama, Kovacic digantikan oleh Brozovic dan selanjutnya menyusul Paulinho yang digantikan oleh Hernanes. Beruntung untuk Brasil, pada menit ke-70 Lovren melakukan pelanggaran di kotak penalti yang membuat Brasil memiliki kesempatan untuk mencetak gol di zona berbahaya tersebut. Penalti dieksekusi oleh Neymar yang berhasil menyarangkan bola ke gawang Kroasia dan juga merupakan gol keduanya pada pertandingan tersebut. Akibat berbaliknya kedudukan tersebut, Kroasia bertambah ganas dan haus akan mencetak gol. Skuat asuhan Niko Kovac tersebut terus-terusan membuka peluang untuk mencetak gol. Sayang, usaha mereka belum berhasil untuk membuat Julio Cesar memungut bola dari dalam gawangnya. Oscar pun akhirnya berhasil menambah kedudukan Brasil dengan menjebol gawang Pletikosa dari luar kotak penalti. Hasil akhir diakhiri dengan kemenangan atas Brasil dengan skor 3-1.

Kamis, 12 Juni 2014

Prediksi Piala Dunia 2014 Brasil VS Kroasia

Ajang paling spektakuler di dunia sepakbola ini akan diselenggarakan malam ini. Brasil yang menjadi tuan rumah akan menyambut Kroasia pada malam nanti, Jumat (13/6). Brasil sangat optimis untuk menghadapi pertandingan ini. Pasukan Luiz Felipe Scolari ini pun sudah sangat haus akan kemenangan dan trofi PD 2014. Scolari tak terlalu mengkhawatirkan cedera yang dialami oleh beberapa pemain dari tim Samba, mengingat mereka memiliki skuat terbaik dan tentunya dengan trio mereka yaitu Neymar, Hulk, dan Fred.

 

Pada kubu Kroasia, mengingat mereka tidak masuk pada Piala Dunia 2010, mereka pun kemungkinan akan memberi kejutan kepada tuan rumah, mengingat mereka memiliki beberapa pemain berbakat seperti, Ivan Rakitic, Luka Modric, Mario Mandzukic, dan masih banyak lagi. Mereka juga akan bermain lepas dan tidak hanya mengandalkan pertahanan saja. 


 

Ini susunan pemain dari kedua tim :

Brasil : Julio Cesar, Dani Alves, David Luiz, Thiago Silva, Marcelo, Paulinho, Luiz Gustavo, Neymar, Oscar, Hulk, Fred.

Kroasia : Pletikosa, Darijo Srna, Dejan Lovren, Vedran Corluka, Danijel Pranjic, Vukojevic, Modric, Ivan Perisic, Rakitic, Mateo Kovacic, Ivica Olic

 

Siapakah yang akan memenangkan pertandingan pembuka ini, jawaban nya akan kita lihat malam ini.

Lionel Messi Dikejutkan Ronaldinho Palsu

Sang bintang Barcelona, Lionel Messi, dikejutkan oleh kehadiran Ronaldinho pada sesi latihan di kamp Argentina, Estadio Independencia. Ia terkejut karena tiba-tiba Ronaldinho, yang pernah satu tim dengannya di Barcelona, tiba-tiba menghampiri dirinya.

 

Namun, ternyata Ronaldinho yang dimaksud adalah Ronaldinho palsu alias fans yang berpenampilan menyerupai Ronaldinho. Hal yang membuat lucu yaitu ternyata Messi benar-benar tertipu akan kehadiran Ronaldinho palsu yang dikiranya Ronaldinho asli. Orang yang menyerupai Ronaldinho ini bernama Robinson Oliviera. Ia memang sangat mengagumi dan memuja sosok Messi yang merupakan bintang sepakbola masa kini. "Ketika aku menghampirinya, dia kaget dan mengatakan tak perlu berlari seperti itu jika ingin menjumpainya" ujar Oliviera.

 

Bagi Oliviera, momen tersebut merupakan momen yang sangat berharga baginya. Ia datang ke kamp tersebut hanya untuk bersalaman dengan Messi dan hanya ingin bertemu dengannya. Namun, hal tersebut menjadi hal yang unik karena membuat Messi terkejut dan tertipu akan penampilannya yang sangat mirip dengan salah satu pemain terbaik dunia, Ronaldinho.

 

Di samping itu, Argentina tentunya telah mempersiapkan matang-matang performa dan strategi untuk menyambut ajang akbar yang akan digelar malam nanti. La Albiceleste akan memulai pertandingannya melawan Bosniadi Maracana pada hari Minggu (15/6) nanti.

Piala Dunia : Neymar Hanya Ingin Gaet Gelar Juara

Penyerang dari tim Brasil ini, Neymar, mengaku tak mementingkan pencapaian gelar top skor atau menjadi pemain terbaik pada ajang Piala Dunia 2014 ini. Ia hanya ingin mengejar dan meraih Trofi ke-enam untuk Brasil di perhelatan akbar nanti. Sebagai salah satu pemain andalan tim Samba, ia jelas mengemban tugas untuk meraih kemenangan dan menyingkirkan para pesaing-pesaing berat mereka seperti Argentina, Uruguay, Italia dan lainnya.

 

Disamping itu, ia tak memungkiri juga Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi akan menjadi bintang besar dalam laga spektakuler dunia ini. Ia juga yakin mereka berdua akan menjadi pemain terbaik dalam kompetisi sengit yang akan dibuka pada malam nanti. Ia pun mengakui bahwa ia sangat mengagumi kedua pemain spektakuler tersebut berkat kepiawaian dan performa yang dimiliki keduanya.

 

Selain itu, menurutnya dukungan dari fans  juga tak kalah pentingnya. Baginya, fans merupakan pemain ke dua belas yang merupakan penyemangat dan sumber kekuatan penting untuk mengantarnya ke kemenangan. "fans merupakan orang yang penting bagi kami. Jika fans bersama kami, maka akan berat untuk mengalahkan skuat kami" tandasnya.